Sedikit lagi...mengakhiri status sebagai anak didik
Kau telah mengizinkan saya untuk tiba di saat ini, maka izinkan saya menyelesaikannya dengan baik...
Saturday, May 07, 2011
Wednesday, March 30, 2011
Dasha (hampir) 5 bulan
Dasha dah mau 5 bulan loh.. Makin pinter sekarang. Dah bisa ngoceh-ngoceh, bisa tengkurep, bisa tidur sendiri (biasanya mesti digendong, sekarang dah bisa ditinggal di tempat tidurnya)..
Tuesday, March 22, 2011
Kepada YTH
Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih atas kesediaan ibu membimbing saya selama ini. Saya, sang pemalas dan agak bodoh ini. Yang suka menunda-nunda revisi dan bimbingan. Yang kadang ga ngerti apa yang ibu mau.
Setelah 2 tahun (lebih), akhirnya saya bisa menyelesaikan tesis saya. Itu pun dengan perjuangan, diseret-seret, diancam-ancam. Dan ternyata yang lebih mengejutkan saya, ibu ga tanggung2 ngasi nilai. Bagus banget nilainya. Saya sampai malu..
Nah, sekarang saat saya lagi semangat-semangatnya, eh ibu lagi banyak urusan. Rapat ini itu lah. Mending rapatnya di dalam negeri, ini si di luar negeri dan berhari-hari. Belum lagi kemaren sempet pergi umroh. Saya si senang bu, ibu dihargai baik di dalam atau di luar negeri dan masih sempat beribadah.
Tapi kalau ibu pergi dalam waktu yang berdekatan, kapan waktunya saya bimbingan? Mumpung masih panas ni bu otaknya, lagi lancar. Jadi masih bisa ngikutin bimbingan. Masa studi saya yang mepet ini bikin saya ketar-ketir. Tesis hanya salah satu prasyarat. Satu lagi prasyarat yang ga kalah penting adalah artikel penelitian. Harus dimuat di jurnal ilmiah. Nah itu kan perlu waktu bu. Tar saya mesti menghadapi dua orang editor lagi..Itu bisa berminggu-minggu..
Bersama ini saya mau minta tolong bu, kalo bisa saya dipercepat bimbingannya. Koreksinya dikit2 aja ya bu :), kan tar masih diedit lagi. Isinya si sama aja lah kaya tesis. Biar saya bisa ikut ujian nasional, saya dah ketinggalan dibandingkan teman-teman saya ni bu...
Tulungin saya ya bu :)
Monday, March 14, 2011
Film
Baru aja nonton King's Speech. Film dengan tema yang ga biasa, tentang seorang raja yang punya kelainan bicara yaitu gagap. Dalam dialog film itu dipaparkan bahwa ternyata gagapnya sang raja sudah dimulai sejak usia muda. Bagaimana sang raja yg kidal dipaksa menggunakan tangan kanan, atau bagaimana sang raja dilecehkan oleh saudaranya atau bahkan ayahnya sendiri.
Saya bukan mau cerita mengenai alur cerita, setting tempat dan sebagainya. Saya justru tertarik kenapa bisa ide cerita seperti itu menjadi film yang bagus. Ini tentang perjuangan seseorang untuk melawan keterbatasannya. Tekanan lingkungan yang bisa membuat seseorang mengalami gangguan perkembangan. Ini ide yang luar biasa.
Mungkin masih ingat film Rain Man? Tentang seorang penderita autis dengan kemampuan luar biasa Ini juga tema yang luar biasa. Ada beberapa lagi film mengenai gangguan perkembangan namun saya tidak ingat judulnya.
Film-film ini bukan hanya menjual aktor-aktris saja, namun didukung riset yang kuat dan menunjang jalan cerita. Jadi banyak pengetahuan yg didapat dari menonton film-film tersebut.
Jadi ingat sinetron Indonesia mengenai orang gagap, dengan penampilan yang (maaf) bloon. Memang genrenya komedi, tapi kok banyak kejanggalan dalam menggambarkan kelainan gagapnya.
Belum lagi sinetron lain mengenai dokter-pasien-perawat yang dialog ga jelas, nama penyakit aneh, penyakit itu2 aja (trauma kepala, kanker, amnesia) dan tetap tidak didukung riset yang bagus sehingga hasilnya jadi film yang aneh.
Di jaman internet seperti ini, begitu mudahnya mencari data yang dibutuhkan untuk mendukung cerita tersebut. Namun mungkin mereka terlalu malas, hingga detail2 kecil yang penting justru terlupakan. Atau kalo mereka gagap teknologi (yang mana ini ga mungkin terjadi) mereka toh bisa melakukan wawancara dengan narasumber yang menguasai materi. Usaha dikit deh, biar keliatan realistik..
Saturday, February 26, 2011
Sedih
Sedih sekali rasanya melihat bayi-bayi kecil itu merintih lemah, dengan bibir dan ujung-ujung jari yang membiru. Lebih sedih lagi mendengar orangtuanya tidak sanggup membiayai perawatan di ruang intensif. Belum lagi ruang intensif bayi penuh sehingga bayi tersebut harus dirujuk ke RS lain.
Mau marah rasanya. Tapi marah ke siapa?
Sepertinya banyak hal yang menghambat untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal..
Mau marah rasanya. Tapi marah ke siapa?
Sepertinya banyak hal yang menghambat untuk bisa memberikan pelayanan yang maksimal..
Tuesday, February 22, 2011
Artikel (sok) ilmiah

Setelah maju tesis, ada lagi yang harus dihadapi. Perbaikan tesis.. Ini ternyata membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Masukan-masukan dari penguji (yang terkadang ternyata sudah ditulis, tapi tidak dibaca oleh pengujinya), masalah ejaan yang tidak sesuai kaidah, bahkan (mungkin) metode penelitian yang tidak sesuai.. Argghhhh
Sedikit pencerahan dari seorang profesor, yang datang untuk acara road show sebuah jurnal ilmiah. Bercerita ngalor ngidul mengenai tehnik penulisan, trik untuk masuk jurnal-jurnal terkenal dsb. Yang saya ingat, dia berkata bahwa dengan menuliskan dan mendaftarkan hasil penelitian ke jurnal yang sudah diakreditasi, berarti kita sudah mendaftarkan hasil karya kita. Mungkin bisa memberikan sumbangsih untuk ilmu pengetahuan *tsah*.
Ini yang tidak terpikirkan sebelumnya. Awalnya saya berpikir bahwa tesis hanya sekedar prasyarat untuk ujian nasional. Tak pernah berpikir bahwa hasil penelitian tersebut mungkin berguna untuk orang lain. Mungkin bisa menjadi masukan di bagian lain Indonesia ini. Atau bahkan belahan dunia lain..
tulisan untuk menyemangati diri sendiri yang sedang tenggelam dalam tabel-tabel dan data statistik
Sedikit pencerahan dari seorang profesor, yang datang untuk acara road show sebuah jurnal ilmiah. Bercerita ngalor ngidul mengenai tehnik penulisan, trik untuk masuk jurnal-jurnal terkenal dsb. Yang saya ingat, dia berkata bahwa dengan menuliskan dan mendaftarkan hasil penelitian ke jurnal yang sudah diakreditasi, berarti kita sudah mendaftarkan hasil karya kita. Mungkin bisa memberikan sumbangsih untuk ilmu pengetahuan *tsah*.
Ini yang tidak terpikirkan sebelumnya. Awalnya saya berpikir bahwa tesis hanya sekedar prasyarat untuk ujian nasional. Tak pernah berpikir bahwa hasil penelitian tersebut mungkin berguna untuk orang lain. Mungkin bisa menjadi masukan di bagian lain Indonesia ini. Atau bahkan belahan dunia lain..
tulisan untuk menyemangati diri sendiri yang sedang tenggelam dalam tabel-tabel dan data statistik
Saturday, February 05, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)


