Saturday, March 03, 2012

Tempat baru

Setelah beberapa bulan bertugas di tempat ini, saya merasa sudah tidak bisa berkontribusi lagi. Terlalu banyak konflik kepentingan disini. Sepertinya lebih mudah untuk 'tutup mata' dan terus bekerja tanpa perlu ikut campur mengurusi hal2 non medis.

Eh, kebetulan ada tawaran menarik di sebuah tempat, daerah Jonggol- Cileungsi tepatnya. Beberapa hari yang lalu, mengunjungi tempat tersebut. Waktu tempuh kira-kira 1 jam dari Cikarang (belum tau kalo dari Cawang butuh berapa lama). Jalan lumayan, sudah aspal, ga banyak bolong-bolong. Tiba di tempat kira-kira jam 4 sore. Ngobrol ngalor ngidul dengan pemilik apotek (yang ternyata seorang dokter), kemudian dia menyarankan untuk melihat daerah sekitar situ.  Banyak perumahan, banyak rumah sakit yang akan dibangun dan suasana sejuk sepertinya membius saya. Ga banyak mikir, saya iyakan tawarannya.

Belum tau apakah di tempat ini saya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar. Belum tau juga 'peruntungan' saya di tempat ini. Tapi tempat baru selalu memberikan tantangan baru. Semoga bisa dilalui dengan baik...

Sunday, November 27, 2011

Juli-November 2011

Baca email, ternyata ada beberapa email masuk yang isinya mengenai komen di blog. Jadi iseng buka blog, baca-baca dikit. Eh pengen nulis hal-hal yang sudah terjadi sampai bulan november ini. 
- Saya sudah bekerja di sebuah RS di daerah  Cikarang. Lulus sekolah  dari RS negeri yang besar kemudian masuk ke RS swasta, cukup menimbulkan banyak konflik batin. Sampai saat ini, masih berusaha untuk mengatasinya. Mungkin perlu tulisan khusus untuk cerita soal pengalaman saya di tempat baru ini
- Dasha sudah 1 tahun!!! Sudah bisa jalan, ngoceh2, makin centil. Anak ini yang bikin papa mama nya susah berangkat kerja. Maunya maiiin terusss.
- Hasrat untuk sekolah lagi muncul... Hiii, ngebayangin jadi anak sekolah lagi, waduuhhh.. tapi kok pengen banget ya...

Itu dulu deh. Baru itu yang bisa ditulis..

Thursday, June 23, 2011

Akhir Mei- Juni

Sekolah sudah selesai, sekarang sudah  berkumpul dengan keluarga, belum beres-beres barang di kos. Sementara masih di rumah ngurusin dasha.
Kabar dukacita datang dalam waktu yang berdekatan. Kepergian saudara dekat yang meninggal karena kanker setelah menjalani kemoterapi, kemudian saudara yang lain meninggal karena sakit berat..

Kabar gembira, sedih hanya bagian dari perjalanan kehidupan. Segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa..




Saturday, May 07, 2011

Sedikit lagi..

Sedikit lagi...mengakhiri status sebagai anak didik



Kau telah mengizinkan saya untuk tiba di saat ini, maka izinkan saya menyelesaikannya dengan baik...

Wednesday, March 30, 2011

Dasha (hampir) 5 bulan

Dasha dah mau 5 bulan loh.. Makin pinter sekarang. Dah bisa ngoceh-ngoceh, bisa tengkurep, bisa tidur sendiri (biasanya mesti digendong, sekarang dah bisa ditinggal di tempat tidurnya)..

Tuesday, March 22, 2011

Kepada YTH

Yth pembimbingku..
    Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih atas kesediaan ibu membimbing saya selama ini. Saya, sang pemalas dan agak bodoh ini. Yang suka menunda-nunda revisi dan bimbingan. Yang kadang ga ngerti apa yang ibu mau.
     Setelah 2 tahun (lebih), akhirnya saya bisa menyelesaikan tesis saya. Itu pun dengan perjuangan, diseret-seret, diancam-ancam. Dan ternyata yang lebih mengejutkan saya, ibu ga tanggung2 ngasi nilai. Bagus banget nilainya. Saya sampai malu..
     Nah, sekarang saat saya lagi semangat-semangatnya, eh ibu lagi banyak urusan. Rapat ini itu lah. Mending rapatnya di dalam negeri, ini si di luar negeri dan berhari-hari. Belum lagi kemaren sempet pergi umroh. Saya si senang bu, ibu dihargai baik di dalam atau di luar negeri dan masih sempat beribadah.
     Tapi kalau ibu pergi dalam waktu yang berdekatan, kapan waktunya saya bimbingan? Mumpung masih panas ni bu otaknya, lagi lancar. Jadi masih bisa ngikutin bimbingan. Masa studi saya yang mepet ini bikin saya ketar-ketir. Tesis hanya salah satu prasyarat. Satu lagi prasyarat yang ga kalah penting adalah artikel penelitian. Harus dimuat di jurnal ilmiah. Nah itu kan perlu waktu bu. Tar saya mesti menghadapi dua orang editor lagi..Itu bisa berminggu-minggu..
      Bersama ini saya mau minta tolong bu, kalo bisa saya dipercepat bimbingannya. Koreksinya dikit2 aja ya bu :), kan tar masih diedit lagi. Isinya si sama aja lah kaya tesis. Biar saya bisa ikut ujian nasional, saya dah ketinggalan dibandingkan teman-teman saya ni bu...

 Tulungin saya ya bu :)


Monday, March 14, 2011

Film

     Baru aja nonton King's Speech. Film dengan tema yang ga biasa, tentang seorang raja yang punya kelainan bicara yaitu gagap. Dalam dialog film itu dipaparkan bahwa ternyata gagapnya sang raja sudah dimulai sejak usia muda. Bagaimana sang raja yg kidal dipaksa menggunakan tangan kanan, atau bagaimana sang raja dilecehkan oleh saudaranya atau bahkan ayahnya sendiri.
    Saya bukan mau cerita mengenai alur cerita, setting tempat dan sebagainya. Saya justru tertarik kenapa bisa ide cerita seperti itu menjadi film yang bagus.  Ini tentang perjuangan seseorang untuk melawan keterbatasannya. Tekanan lingkungan yang bisa membuat seseorang mengalami gangguan perkembangan. Ini ide yang luar biasa.
    Mungkin masih ingat film Rain Man? Tentang seorang penderita autis dengan kemampuan luar biasa  Ini juga tema yang luar biasa.  Ada beberapa lagi film mengenai gangguan perkembangan namun saya tidak ingat judulnya.
    Film-film ini bukan hanya menjual aktor-aktris saja, namun didukung riset yang kuat dan menunjang jalan cerita. Jadi banyak pengetahuan yg didapat dari menonton film-film tersebut.
    Jadi ingat sinetron Indonesia mengenai orang gagap, dengan penampilan yang (maaf) bloon. Memang genrenya komedi, tapi kok banyak kejanggalan dalam menggambarkan kelainan gagapnya.
Belum lagi sinetron lain mengenai dokter-pasien-perawat yang dialog ga jelas, nama penyakit aneh, penyakit itu2 aja (trauma kepala, kanker, amnesia) dan tetap tidak didukung riset yang bagus sehingga hasilnya jadi film yang aneh.
     Di jaman internet seperti ini, begitu mudahnya mencari data yang dibutuhkan untuk mendukung cerita tersebut. Namun mungkin mereka terlalu malas, hingga detail2 kecil yang penting justru terlupakan. Atau kalo mereka gagap teknologi (yang mana ini ga mungkin terjadi) mereka toh bisa melakukan wawancara dengan narasumber yang menguasai materi. Usaha dikit deh, biar keliatan realistik..