Wednesday, March 22, 2006

Bayi dengan hidrosefalus























By. Ny.S, perempuan, umur 3 hari, dirawat di Ruang Perinatologi RS. Hasan Sadikin Bandung dengan diagnosis Hidrosefalus.

Saat kehamilan masih berusia kira-kira 30 minggu, sang ibu telah diberi tahu bahwa anaknya mengalami hidrosefalus, dan ada kemungkinan jaringan otaknya tidak berkembang karena tertekan oleh cairan yang banyak.

Persalinan dilaksanakan dengan operasi seksio dan berlangsung dengan aman. Anak lahir langsung menangis. Di ruang perawatan pun kondisi anak stabil.


Sebelum persalinan, kehamilan ibu ini telah dikonsulkan ke bagian Bedah Saraf, untuk menangani anak ini. Bagian Bedah Saraf menyarankan untuk dilakukan operasi pemasangan VP Shunt, yaitu pemasangan semacam pipa yang menghubungkan otak dengan rongga perut, untuk mengalirkan cairan yang ada di otak anak tersebut, sehingga diameter kepala menjadi mengecil.
Saat kami konfirmasikan mengenai rencana operasi dan biaya-biaya yang akan dikeluarkan, si bapak menangis tersedu-sedu. Dalam bahasa Sunda si bapak berkata bahwa ketiga anaknya adalah laki-laki. Kehadiran anak perempuan dalam keluarga sangat dinantikan. Walaupun sudah diberitahu tentang kondisi anaknya sebelumnya, tetap saja si bapak menangis ketika pertama kali melihat anaknya. Mereka menginginkan anaknya dioperasi, namun terhadang masalah biaya.
Sebenarnya biaya operasi ditanggung oleh pemerintah melalui program Kartu Sehat (KS). Namun untuk pipa vp-shunt dan obat-obatan yang digunakan dalam perawatan tidak ditanggung oleh KS. Belum lagi biaya-biaya lain seperti makan, transportasi dan lain-lain. Itu yang memberatkan mereka.
Mungkin diantara teman-teman yang membaca tulisan ini tergerak hatinya untuk membantu. Bisa menghubungi saya via email : ediforpresident@mailcity.com Bantuan dalam bentuk apapun sangat diharapkan untuk meringankan beban mereka...


*update 21/05/06: pasien ini sudah pulang paksa dari rumah sakit. Tapi bagi yang masih mau memberikan bantuan, masih banyak pasien lain yang membutuhkan. Profil nya akan saya tampilkan disini.*

Monday, February 27, 2006

ga penting

Bangun telat, rem mobil bermasalah, cari parkir susah, telpon berdering-dering...
Hal-hal ga penting untuk mengawali hari senen.

Sunday, February 26, 2006

tempat baru

Ada konsekuensi dari kepindahannya ke tempat kerja baru. Misal ga bisa nelpon, sms juga jarang, pulang lebih malam. Mungkin sibuk, sebagai anak baru, untuk belajar hal-hal baru.
Tetap semangat ya hun..

Monday, December 19, 2005

Thursday, December 08, 2005

sedih..

Saat anak-anak lain sedang berlari-lari, bermain, tertawa, mereka hanya bisa terduduk di kasurnya. Sambil meringis kesakitan dan berharap supaya jarum infus yang terpasang di tangannya bisa dilepas dengan segera. Ketika anak-anak lain sedang asyik makan makanan kesukaannya, mereka hanya boleh makan bubur dan susu.Bubur yang dari penampilannya saja sudah tidak menarik apalagi (mungkin) rasanya.
Saat gw sibuk memikirkan mau makan dimana, ngupi2 dimana, seorang bapak datang menghampiri dan berkata ,' dok, permisi dulu ya. saya mau pulang. mau cari uang buat makan disini. sudah 12 hari disini, saya ga punya uang lagi.'


Friday, December 02, 2005

1 desember 2005

selamat hari AIDS...
Hapuskan stigma dan diskriminasi.
Cari tau tentang AIDS dari sumber2 yang dapat dipercaya supaya tidak ada lagi mis-informasi.

Wednesday, November 09, 2005

Resusitasi kardiopulmonal

Dobuject adalah nama dagang dari dobutamin, suatu obat yang mempunyai efek kerja inotropik positif, yaitu meningkatkan kerja otot jantung sehingga mampu memompa darah ke seluruh tubuh.
Pada keadaan shock, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat dilihat dari nadi yang semakin cepat. Fase ini disebut fase kompensasi. Namun hal ini tidak berlangsung lama, pada suatu saat akan jatuh ke fase dekompensasi, dimana otot jantung sudah mulai lelah dan aliran darah ke organ vital (otak,ginjal) menjadi terganggu. Hal yang pertama harus dilakukan adalah melakukan rehidrasi, sehingga jumlah cairan tubuh menjadi normal. Dengan normalnya jumlah cairan, kerja otot jantung menjadi lebih ringan, sehingga mampu bekerja dengan efektif. Pada keadaan dimana jumlah cairan sudah cukup, namun kerja jantung tidak maksimal (diketahui dari tekanan darah yg tetap rendah), baru diberikan obat2 untuk meningkatkan kerja otot jantung.